TBM Sabilul Huda- Ahad pagi, 03 Mei 2026, suasana di TBM Sabilul Huda terasa lebih hidup dari biasanya. Anak-anak usia sekolah dasar sudah mulai berdatangan sejak pagi dengan wajah ceria. Kegiatan rutin mingguan Ahad Ceria kembali dilaksanakan sebagai ruang belajar santai yang tetap bermakna, menggabungkan literasi, kebersamaan, dan keberanian tampil di depan teman.
Kegiatan dibuka pukul 09.00 WIB dengan pembacaan doa bersama. Anak-anak mengikuti dengan cukup khusyuk, meskipun masih ada yang sesekali bercanda kecil dengan temannya. Namun justru di situlah terasa suasana alami anak-anak, tetap ceria tanpa menghilangkan makna dari kegiatan yang dijalankan.
Setelah pembukaan, pengarahan disampaikan oleh Zezen Zaini Nurdin selaku pendiri dan pembina TBM Sabilul Huda. Dengan gaya penyampaian yang santai, beliau mengajak anak-anak untuk tidak takut mencoba dan tidak malu berbicara. Ia juga menekankan bahwa hobi yang dimiliki setiap anak bisa menjadi hal positif jika diarahkan dengan baik.
Kegiatan inti dipandu oleh relawan utama, Gita Robia Awaliah, bersama para relawan dari kalangan SLTA dan MTs. Suasana langsung terasa lebih cair karena para relawan mampu mendekati anak-anak dengan cara yang sederhana dan akrab. Anak-anak kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk berdiskusi tentang hobi yang mereka sukai.
Dalam kelompok, anak-anak mulai bercerita satu sama lain. Ada yang suka makan, bermain, menggambar, menyanyi, hingga membaca cerita. Relawan membantu mengarahkan diskusi agar tetap fokus, lalu mengajak mereka menuliskan hasil obrolan tersebut dengan bahasa mereka sendiri. Meski masih sederhana, tulisan itu menjadi latihan penting bagi kemampuan literasi mereka.
Setelah itu, setiap kelompok diminta maju ke depan untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Ada yang tampil percaya diri, ada juga yang masih malu-malu, tapi semuanya tetap mencoba. Teman-teman yang lain memberi tepuk tangan sebagai bentuk dukungan, sehingga suasana jadi hangat dan penuh semangat.
Menariknya, semua kelompok yang tampil mendapatkan apresiasi. Tidak ada yang dianggap kalah, semuanya disebut sebagai juara. Hal ini membuat anak-anak terlihat senang dan lebih percaya diri, karena usaha mereka dihargai tanpa dibanding-bandingkan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan permainan edukatif yang dipandu oleh para relawan. Tawa anak-anak pecah di berbagai sudut, menciptakan suasana yang akrab dan menyenangkan. Selain bermain, mereka juga belajar kerja sama dan saling menghargai.
Kegiatan Ahad Ceria berakhir sekitar pukul 10.30 WIB. Meski singkat, kegiatan ini meninggalkan kesan yang hangat. TBM Sabilul Huda kembali menjadi tempat yang bukan hanya untuk membaca, tapi juga untuk tumbuh bersama, belajar berani, dan menikmati proses dengan cara yang menyenangkan.
