Sabtu, 20-04-2024
  • TBM Sabilul Huda: Inspirasi, Motivasi, Partisipasi dan Mengabdi

Ngabaran 3 Pekan Kedua, Ajak Anak-anak Tingkatkan Literasi di Bulan Ramadhan

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Kegiatan

TBMSabilulHuda.or.id– Kegiatan Ngabaran 3 pekan kedua kembali dilaksanakan di TBM Sabilul Huda (24/3/2024). Kegiatan literasi yang digagas untuk menyasar anak-anak selama bulan Ramadan kami ini diikuti sekitar 35 peserta dari berbagai usia, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP).

Sejak pukul 08.00 WIB, anak-anak sudah berdatangan memadati area Pondok Literasi. Mereka disambut dengan antusias oleh para pegiat literasi relawan muda. Begitu tiba, suasana tempat itu sudah cukup ramai dengan canda tawa anak-anak yang begitu menggemaskan.

Acara pun dibuka dengan dengan pembacaan Basmalah dan ayat suci Al-Quran. Gita Robia Awaliah memandu dan menyampaikan maksud dan tujuan diadakannya agenda “Ngabaran 3” kali ini, yaitu untuk mengisi waktu luang di bulan Ramadhan dengan aktivitas bermanfaat sekaligus meningkatkan minat literasi anak-anak.

“Di bulan yang penuh rahmat ini, kami berharap anak-anak bisa mengisinya dengan kegiatan positif, salah satunya mengembangkan kecintaan pada membaca dan menulis,” ujar Gita membuka sambutannya.

Selepas sambutan, agenda dilanjutkan dengan sesi kultum yang disampaikan oleh Nurul Khotimah selaku pengajar. Dengan bahasa yang ringan dan ilustrasi sederhana, Nurul menjelaskan secara detail beberapa hal yang bisa membatalkan ibadah puasa.

“Yang membatalkan puasa itu antara lain makan, minum, bersetubuh, muntah dengan sengaja, memasukkan benda padat ke kerongkongan,” papar Nurul dihadapan peserta yang mendengarkan dengan khidmat.

Setelah sesi kultum, agenda dilanjutkan dengan program pengembalian buku yang dipinjam sebelumnya dengan konsep “satu anak satu buku”. Para peserta diminta untuk mengembalikan buku sesuai tanggung jawabnya agar bisa dimanfaatkan lagi oleh teman-teman lainnya.

“Alhamdulillah mayoritas anak-anak sudah disiplin dan bertanggung jawab dalam mengembalikan buku pinjaman mereka. Ini menjadi modal baik untuk kegiatan serupa di masa mendatang,” ungkap Gita Robia Awaliah, rekan pengajar Nurul.

Selanjutnya, agenda memasuki sesi yang paling ditunggu, yakni menulis cerita dengan tema “Serunya Ramadhan”. Para peserta dibebaskan untuk menuliskan pengalaman seru, lucu dan mengasyikkan selama menjalankan ibadah puasa.

Dengan tekun dan semangat menggebu, anak-anak sibuk menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan di buku masing-masing. Ada yang mengisahkan momen liburan bersama keluarga, momen-momen kocak saat menahan lapar di siang hari, hingga pengalaman begadang di malam hari untuk sahur.

“Aku mencatat serunya nunggu waktu buka puasa bersama keluarga. Sudah duduk di depan makanan takjil 10 menit sebelum azan Magrib,” tutur salah seorang peserta dengan wajah ceria.

Tak butuh waktu lama, satu per satu tulisan anak-anak pun rampung. Senyum bangga dan ekspresi puas terpancar dari wajah mereka yang polos. Tulisan-tulisan tersebut kemudian dibacakan sebagian di depan peserta lain untuk mendapatkan apresiasi.

Seusai sesi menulis, anak-anak kembali dipersilakan untuk meminjam buku bacaan segar yang telah disiapkan panitia. Berbagai judul dari berbagai genre seperti buku keagamaan anak, cerita bergambar, novel remaja, komik, hingga biografi tokoh dunia tersedia untuk mereka pilih.

“Saya memilih komik dan buku motivasi anak supaya bisa lebih bersemangat menjalani puasa,” ujar seorang peserta yang sibuk memilih buku-buku yang hendak dipinjamnya.

Hari sudah semakin meninggi ketika acara “Ngabaran 3” pekan kedua ini mulai memasuki babak akhir. Sekitar pukul 10.30 WIB, rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Gita Robia Awaliah. Sesi foto kebersamaan turut meramaikan aksi penutup ini.

Baik Gita maupun Nurul berharap program tahunan ini dapat terus bergulir di tahun-tahun mendatang. Mereka pun mengapresiasi antusiasme dan semangat anak-anak dalam mengikuti setiap rangkaian acara.

“InsyaAllah kegiatan ini bisa terus berlanjut dan semakin menggelinding seperti bola salju. Kami berharap, dari sinilah benih-benih literasi di kalangan anak-anak dapat tumbuh subur dan menghasilkan buah yang manis di kemudian hari,” pungkas Nurul.